Benarkah Wi-Fi Berbahaya Bagi Organ Hidup

pascal-edu.com – Seperti dilansir republika. co.id, lima perempuan remaja kelas sembilan di Denmark melakukan sebuah percobaan ilmiah tentang Wi-Fi. Hasilnya sempat membuat gempar komunitas ilmiah di sana, karena mereka memperlihatkan foto-foto benih selada yang ditempatkan di dekat Wi-Fi tidak tumbuh. Sedangkan benih selada yang ditanam di ruang lain, jauh dari router, berkembang.

Ada juga laporan dari Kanada yang menyebutkan, ternyata sinyal Wi-Fi dapat membahayakan kesehatan anak-anak. Sejumlah anak di negara tersebut mengalami gejala, seperti: sakit kepala, pusing, mual, dan peningkatan denyut jantung saat berada di dalam jangkauan Wi-Fi. Publikasi lain memaparkan dampak negatif Wi-Fi bagi kesehatan, di antaranya dapat menimbulkan rasa nyeri di kepala, gangguan susah tidur di malam hari atau insomnia dan bahkan mual-mual.

Disinyalir dampak-dampak tersebut lebih mudah menyerang mereka yang elektro-sensitif. Sebagian ahli menyebutkan bahwa anak-anak jauh lebih sensitif dibandingkan dengan usia dewasa. Dengan maraknya informasi seperti itu yang diterima masyarakat, tak heran bila semakin banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai Wi-Fi dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak.

BELUM ADA BUKTI

Seorang ilmuwan dari Inggris menyatakan, tidak ada dampak buruk Wi-Fi terhadap kesehatan. Hal ini juga disampaikan oleh ketua Health Protection Agency (HPO) bahwa “Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi Wi-Fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan perangkat seperti ponsel dan Wi-Fi menyebabkan kesehatan terganggu.” Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis dari Nottingham University, Ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR), “Radiasi elektromagnetik dari Wi-Fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.”

Memang, bisa jadi radiasi elektromagnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, misal. Namun, dalam pengamatan Challis, setiap orangtua bisa meminta anakanaknya untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama. Tak hanya itu, pihak World Health Organisation (WHO) sampai saat ini juga belum mampu membuktikan dampak negatif Wi-Fi terhadap kesehatan. Benar adanya kalau tipe radiasi yang dipancarkan gelombang wi-fi, microwaves serta ponsel tdapat menunjukkan naiknya level temperatur jaringan yang begitu tinggi. Thermal Interaction, itulah yang biasa disebut dalam bahasa ilmiah. Akan tetapi, masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.